KUPANG– Warga Oebobo, Kota Kupang menyampaikan berbagai keluhan dalam reses Anggota DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Kamis (23/7/2026). Warga bersyukur VBL melakukan reses di kelurahan setempat dan optimistis aspirasi mereka ditindaklanjuti.
Di reses itu, VBL diwakilkan Anggota DPRD Kota Kupang dari NasDem, Meirlon Fanggidae, Ketua DPD NasDem Kota Kupang, Salmon Nubatonis dan Staf Ahli VBL, Angki Hanas.
Sejumlah persoalan disampaikan warga, diantaranya kelangkaan minyak tanah, kesejahteraan guru honor, fasilitas posyandu serta infrastruktur jalan.
Pengurus Posyandu Camelia, Kelurahan Oebobo, Hermi Yane mengeluh kondisi posyandu yang minim fasilitas.
Meski telah berjalan tiga tahun, posyandu itu melayani balita dan lansia dalam keterbatasan.
Untuk itu, ia berharap bantuan VBL agar dapat memperhatikan kondisi posyandu itu.
“Kami butuh setidaknya 200 kursi dan tujuh meja. Kami sangat berharap bisa dibantu,” ujarnya.
Selain itu, warga beramai-ramai mengeluhkan kelangkaan minyak tanah. Mereka harus antre berjam-jam di pangkalan.
Warga bahkan sampai menitipkan uang di pangkalan jauh-jauh hari sebelum minyak tanah masuk ke pangkalan.
Meski begitu, warga mengaku masih kesulitan mendapatkannya. Pangkalan beralasan stok sudah habis.
Mereka berharap persoalan ini menjadi perhatian VBL dan meminta pemerintah dapat memastikan distribusi minyak tanah berjalan lancar.
Sementara Kepala SD Pelita Hidup, Soni Patola berharap VBL dapat memperjuangkan kesejahtaraan guru honor.
Dia menilai gaji guru honor sangat tidak layak, Rp100 ribu saja per bulan. Gaji guru ini diambil dari dana BOS.
Ia lalu membandingkan gaji guru honor yang belum bersertifikasi itu dengan sopir mobil MBG dimana gajinya mencapai Rp3 juta meski tidak tamat SD.
“Sangat disayangkan. Bedanya jauh sekali, padahal guru honor ini merupakan sarjana semua,” tukasnya.
Ia berharap VBL dapat memperjuangkan hal ini dan mendorong pemerintah memberikan kebijakan yang berpihak kepada para guru honorer yang selama ini berperan penting dalam dunia pendidikan, namun masih menghadapi persoalan gaji tersebut.
Ketua RT05 RW 02, Kelurahan Oebobo, Wahyudin Kadir mengaku banyak keluhan yang disampaikan di Musrembang namun kemudian tidak terjawab.
Dia mengeluhkan kondisi jalan Suprapto yang selalu digenangi banjir setiap musim hujan.
Genangan itu, sebut dia, diakibatkan drainase yang sudah rusak dan tidak diperbaiki, sehingga air hujan meluap ke jalan.
Persoalan itu sudah disampaikan berulang ulang di Musrembang namun tidak ditindakjuti hingga saat ini.
Ia berharap, melalui perjuangan kader NasDem di DPR, baik DPRD Kota, Provinsi, maupun VBL agar mendorong pemerintah segera memperbaikinya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada partai NasDem, terutama VBL yang melaksananan reses di kelurahan setempat.
Staf Ahli VBL, Angki Hans menyatakan aspirasi itu akan ditampung untuk kemudian ditindaklanjuti VBL.
Angky Hanas meminta pengurus Posyandu Camelia mengajukan proposal bantuan sarana prasana posyandu.
Proposal itu langsung diserahkan pengurus posyandu kepada Angky Hanas.
VBL selalu memberikan perhatian serius untuk Posyandu ini. Di banyak tempat, VBL sudah banyak membantu peningkatan sarana dan prasarana posyandu. Hal yang sama bakal juga dilakukan di Posyandu Camelia.
Sementara Meirlon Fanggidae memastikan aspirasi warga itu akan ditindaklajuti.
Permintaan seperti pembangunan jalan, ia bakal mendorong pemerintah menuntaskannnya, termasuk pembangunan drainase di Jalan Suprapto.
Kondisi drainase, pernah disampaikan Meirlon ke PUPR Kota Kupang, namun di tengah efisiensi, anggaran diprioritaskan ke pembangunan jalan.
Meirlon berkomitmen terus memperjuangkan pembangunan drainase tersebut.
“Semoga di tahun anggaran mendatang, tak ada lagi efisiensi anggaran, sehingga drainase ini bisa dibangun kembali,” tandasnya.
Di akhir reses, VBL membagikan bingkisan sembako kepada masyarakat. Bingkisan sembako diserahkan secara simbolis oleh Angky Hanas, Meirlon Fanggidae dan Salmon Nubatonis. (*R14)
