KUPANG – Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjawab kebutuhan petani di Bakunase. Berkat perjuangannya, irigasi tersier di kelurahan setempat akhirnya dibangun.
Petani setempat harus menunggu selama tujuh tahun atas pembangunan irigasi itu.
Petani selalu menyampaikan kebutuhan tersebut di Musrembang namun belum terjawab.
Sebelum irigasi dibangun, petani sangat kesulitan, berharap pada hujan. Panen mereka tak menentu.
Pembangunan irigasi itu memberi harapan baru. Lahan yang selama ini tidak tergarap, akhirnya dibuka untuk memperluas area tanam mereka. Panen pun menjadi lebih pasti berkat irigasi itu.
Warga Bakunase kemudian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada VBL saat resesnya di wilayah setempat, Sabtu (25/7/2026).
Lurah Bakunase, Wilhemus Diken memenyampaikan, pada tahun 2025, irigasi tersier dibangun sepanjang 361 meter, tembok penahan sepanjang 60 meter, enam boks kontrol serta satu deker.
Pembangunan ini menelan anggaran sebesar Rp195 juta.
Di tahun 2026, kata dia, atas perjuangan VBL, irigasi kembali dibangun.
Di tahun ini, irigasi tersier akan dibangun sepanjang 465 meter, tembok penahan sepanjang 60 meter, tiga boks kontrol dan dua deker.
Pembangunan ini juga menelan anggaran Rp195 juta.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perjuangan dan bantuan pak Viktor,” katanya.
Ketua Perhimpuan Petani Pengguna Air (P3A), Epi Un menyatakan petani sangat beryskur berkat bantuan itu. Petani semakin sejahtera karena panen baik.
Dia menceritakan, petani memberanikan diri mengajukan proposal ke VBL setelah usulan selama tujuh tahun di Musrembang tidak terjawab.
Di luar dugaan, VBL menyambut baik usulan proposal dan langsung menghubungi mereka agar segera melengkapi persyaratan administrasi kelompok usaha penerima manfaaat.
Setelah dilengkapi bantuan akhirnya tiba. Irigasi pun dibangun.
“Harapan kami selama tujuh tahun akhirnya dijawab pak Viktor. Kami sangat berterima kasih,” katanya.
Dia juga sangat bersyukur bantuan itu berlanjut di tahun 2026.
Bantuan Posyandu
Di reses VBL yang diwakilkan Ketua DPD NasDem Kota Kupang, Salmon Nubatonis, Anggota DPRD Kota Kupang, Esy Bire dan Staf Ahli VBL, Angki Hanas itu warga menyampaikan berbagai keluhan, termasuk bantuan fasilitas di Posyandu Alamanda.
Keluhan yang disampaikan itu antara lain lampu jalan, air bersih, pembangunan jalan, tembok penahan kali serta pengembangan Gua Jepang menjadi situs wisata.
Di Posyandu Alamanda, masih kesulitan melayani Balita, Ibu Hamil dan Lansia karena mimimnya fasilitas.
Pelayanan posyandu setempat masih dilakukan di rumah Ketua Posyandu Alamanda, Helena Ahab.
Fasilitasnya pun tidak mendukung, terutama kursi dan meja. Ibu hamil dan lansia terpaksa berdiri karena kekurangan kursi.
“Untuk itu, kami mohon bantuan pak Viktor agar bisa membantu kursi dan meja,” sebutnya.
Ketua DPD NasDem Kota Kupang, Salmon Nubatonis mengatakan, aspirasi itu akan disampaikan kepada VBL dan akan ditindaklajuti.
“Pak VBL mempunyai kepedulian soal ini, terutama Posyandu, kami akan sampaikan ke beliau dan pasti akan dibantu,” tandasnya. (*R14)
