KUPANG – Ketua Umum DPP Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanes H. Ndale menghadiri acara Festival Budaya Lamaholot di GOR Oepoi Kota Kupang pada, Jumat (10/4/2026).
Ketua Forum Pemuda NTT, Yonahes H Ndale, tampak hadir membawa satu pesan yang tidak diucapkan secara gamblang: bahwa generasi muda mulai kembali menoleh ke akar, bukan untuk bernostalgia, tetapi untuk merancang masa depan.
Mengusung tema “Kebudayaan Lamaholot sebagai Basis Membangun Kekuatan Ekonomi Kawasan,” festival ini terasa seperti ajakan diam-diam untuk membaca ulang makna tradisi. Bahwa identitas, jika dipahami dengan tepat, dapat menjadi energi ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua Umum Forum Pemuda NTT, Johanes H. Ndale mengatakan Festival Lamaholot ini sebuah momen yang bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan bahwa kebudayaan kini mulai ditempatkan sebagai fondasi dalam arah pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Nasional yang menghadirkan ruang dialog antara budaya dan kebijakan. Pidato pembukaan oleh Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, mempertegas bahwa pembangunan tidak lagi semata berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang identitas dan keberlanjutan nilai.
Kehadiran Ketua DPR Provinsi NTT, Emi Nomleni, bersama para kepala daerah dari Lembata, Alor, dan Flores Timur, memperlihatkan bahwa Lamaholot bukan sekadar wilayah geografis, melainkan jejaring kultural yang hidup dan saling terhubung.
Sementara itu, pemaparan materi oleh anggota DPR RI, Ahmad Yohan, membawa diskursus ke ranah yang lebih konkret—bahwa gagasan besar membutuhkan keberanian untuk diterjemahkan dalam kebijakan nyata.
Namun, di balik seluruh rangkaian itu, ada sesuatu yang bergerak lebih halus: kesadaran kolektif yang mulai tumbuh tanpa banyak suara. Bahwa masa depan tidak selalu lahir dari sesuatu yang asing, tetapi bisa tumbuh dari apa yang selama ini kita miliki—asal kita berani melihatnya dengan cara yang baru.
Festival Lamaholot, pada akhirnya, bukan hanya perayaan. Ia adalah isyarat. Bahwa di tanah ini, kebudayaan belum selesai berbicara. (*gonza)
