KUPANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang meminta agar kawasan Pantai Warna di Kelurahan Oesapa Induk, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang saat ini yang berstatus sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar berubah menjadi kawasan pariwisata.
“Pantai Warna di Kecamatan Kelapa Lima ini masuk pada Perencanaan Wilayah (WP) 1 Rancagan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ini sudah seharusnya menjadi kawan pariwisata, karena di kawasan tersebut sudah dipenuhi oleh bangunan – bangunan kafe yang mampu menarik pengunjung,” kata Anggota DPRD Kota Kupang, Rio Pandie kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Kamis 19 Juni 2025.
Menurutnya, ketika lokasi Pantai Warna tersebut masuk ke kawasan pariwisata bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang.
“Jika Pantai Warna itu masuk ke kawasan pariwisata tentu ada anggaran yang dikucurkan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk kawasan pariwisata itu.Bangunan – bangunan ditata dan dikelolah dengan baik oleh pemerintah sehingga pengunjung juga bisa merasa nyaman,” ungkap Politisi PKB itu.
Dikatakan, saat ini bangunan – bangunan kafe yang ada di Pantai Warna tersebut sangat romol.
“Dari pada kita liat bangunan – bangunan yang ada saat ini kita liat romol dan sangat tidak bangus. Jangan pemerintah hanya bangun untuk tempat pariwisata di Kelurahan Kelapa Lima saja, tapi Kelurahan Oesapa harus juga, karena Kelurahan Oesapa juga memiliki lokasi yang sesuai dengan Permen PUPR itu batas garis sepadan dengan sungai 10 meter,” kata Rio.
Ia berharap, saya sangat setuju jika kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan pariwisata.
“Saya sangat setuju jika lokasi itu dijadikan kawasan wisata, namun harus sesuai aturan dan ada anggaran dari pemerintah. Sehingga tempat itu bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ucap Rio.
Sementara itu, hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Moses Mandal. Menurutnya, kawasan tersebut sangat layak dijadikan kawasan pariwisata.
“Kawan ini sangat layak dijadikan kawasan pariwisata. Sebab, banyak warga sekitar yang memiliki bagunan kafe untuk menunjang perekonomian mereka,” tambah Moses. (*4n1)
