You are currently viewing KSBSI Gelar Demo di Gedung DPRD Kota Kupang, Massa Aksi Minta Copot Kadis Nakertras

KSBSI Gelar Demo di Gedung DPRD Kota Kupang, Massa Aksi Minta Copot Kadis Nakertras

KUPANG – Konfederasi Serikat Buru Seluruh Indonesia (KSBSI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang (DPRD) Kota Kupang, Senin 8 September 2025.

Puluhan massa aksi yang mendatangi Gedung DPRD Kota Kupang untuk menyampaikan beberapa poin – poin tuntutan dan memperjuangkan hak – hak tenanga kerja di Kota Kupang itu langsung ditemui oleh Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo yang didampingi Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang, Jabir Marola dan Wakil Ketua II, Yeskiel Loudoe.

Dalam aksi tersebut, Ketua Koordinator Aksi Demo, Daud Mbuik meminta agar Wali Kota Kupang bersama dengan Pimpinan DPRD Kota Kupang untuk memperjuangkan hak – hak buru di Kota Kupang yang selalu diabaikan oleh pengusaha atau perusahaan.

Selain itu, massa aksi dari Serikat Buruh juga mendesak agar Wali Kota Kupang segera mencopot Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Nakertras) Kota Kupang dari Jabatannya.

“Kedis Nakertras Kota Kupang tidak ada guna, karena selama 5 tahun kita bermitra dengan Dinas Nakertras Kota Kupang tapi kita tidak masuk dalam Dewan Pengupahan dan Dewan Trikarti di Kota Kupang. Kita ini lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan Undang – Undang Serikat Buruh dan Serikat Pekerja. Jadi kita minta Kadis Nakertras dicopot,” ungkap Daud ketika berdialok bersama Wali Kota Kupang dan Pimpinan DPRD Kota Kupang.

Dalam dialok tersebut, massa aksi juga bertanya, apakah ada kenaikan tunjangan bagi Anggota DPRD Kota Kupang. Sebab, kenaikan tunjangan yang signifikan tersebut bentuk penghianatan terhadap kemanusiaan.

“Bapak mereka tidak perhatikan gaji kami. Dinas Nakertras Kota Kupang tidak pernah turun ke masyarakat dan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan tidak pernah dijalankan. Dinas Nakertras itu untuk tenaga kerja, bukan untuk siapa – siap, tapi yang terjadi bukan untuk tenaga kerja. Ini catatan penting untuk bapak Wali Kota Kupang, bahwa Dinas Nakertras itu harus berpihak kepada tenaga kerja,” kata Daud

Menyikapi poin – poin tuntutan dari aksi demo tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo siap menampung semua aspirasi masyarakat tersebut.

Menurutnya, poin – poin tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi tersebut adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap Wali Kota Kupang.

“Masing banyak hal – hal persoalan yang saya tidak tau, tapi aksi ini adalah sebuah bentuk cinta teman – teman terhadap saya sebagai Wali Kota Kupang. Kami Pemerintah Kota (Pemkat) Kupang bersama pimpinan DPRD Kota Kupang selalu siap dan senang untuk melakukan diskusi bersama teman – teman seperti ini,” kata Wali Kota Kupang.

“Saya mohon maaf juga, karena Dinas – Dinas yang ada dilingkup Pemkot Kupang belum maksimal, karena saya baru enam bukan menjabat sebagai Wali Kota Kupang sehingga belum terpantau semuanya. Sebagai pemimpin saya harus berdiri di bagian depan, dan pemimpin yang baik tidak harus saling menyalahkan. Saya ambil kesalahan itu agar saya bisa benah. Terkait dengan persoalan yang ada di Dinas Nakertras Kota Kupang itu nanti saya benahi,” ucap dr. Christian. (*y3r)

Leave a Reply