KUPANG – Untuk mencegah terjadinya banjir di Sekolah Dasar (SD) Inpres Naikoten 1 Kota Kupang ketika musim hujan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Richard Odja meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) segera membuat drainase dan lubang resapan di area sekolah tersebut.
Menurutnya, dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, aktivitas belajar dan mengajar disekolah tersebut terhenti sementara.
“Dampak dari banjir itu, kegiatan sekolah anak – anak dihentikan sementara, sehingga kedepannya kita minta Pemkot Kupang segara membuat drainase dan lubang resapan di area sekolah,” ungkapnya, ungkap Richard Odja kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Rabu 19 November 2025.
Dikatakan, memang sekolah tersebut belum memiliki drainase atau lubang resapan, sehingga ketika hujan sangat muda terdampak banjir.
“Artinya sekolah ini bisa terkena banjir pada saat musim hujan saja, tapi kalau tidak musim hujan aman. Sehingga sekolah ini bisa menjadi perhatian serius juga dari Pemkot Kupang. Karena musibah yang di alami olah SD Inpres Naikoten 1 itu saya turun dan pantau langsung, ketika banjir anak – anak tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar, karena semua ruangan masuk air. Dan udara cukup tinggi,” kata Richard.
Selain itu, menurutnya juga, untuk SD Inpres Naikoten 1 sendiri dibutuhkan agar sekolah tersebut harus direhab.
Namun karena di lokasi sekolah SD Inpres Naikoten 1 tidak ada drainase dan lubang resapan, sehingga ketika hujan kemarin, udara dari jalan meluap sampai ke sekolah hingga ke dalam kelas ketika anak – anak sedang mengikuti pelajaran, dan kegiatan anak – anak sendiri terganggu dengan kondisi seperti itu, jelas Richard.
Perencanaan untuk pembuatan drainase dan lubang resapan di lokasi SD Inpres Naikoten 1 segara diusulkan.
“Saya akan segera mengusulkan untuk perencanaan untuk pembuatan drainase dan lubang resapan itu. Sehingga nanti tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang yang bisa menilai semuanya. Dan saya sudah sampaikan ke Pemkot Kupang saat mulai masuk musim hujan ini kita bisa melihat lokasi – lokasi mana yang sering terjadi penimbunan udara yang disebabkan karena tidak ada drainase atau lubang resapan, sehingga dari sini kita bisa mencatat semua titik – titik lokasi yang masuk dalam perencanaan pembangunan hujan atau lubang resapan kedepannya. Dan ini akan menjadi prioritas,” jelas muda Gerindra itu. (*y3r)
