KUPANG – Proyek pekerjaan jalan dengan kontruksi lapisan penestrasi (Lapen) yang dikerjakan tahun 2026 di RT 008/ RW 003 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang diduga asal jadi. Sebab, beberapa titik ruas jalan tersebut yang baru dikerjakan dengan jangka waktu belum sebulan mengalami kerusakan. Hal tersebut membuat warga di RT 004 dan RT 008/003 Kelurahan Lasiana geram sehingga mengadu menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang dari Fraksi NasDem Absalom Sine ketika kegiatan Reses di RT 08/RW 003 Kelurahan Lasiana, Jumat (7/8/2026).
Salah satu warga RT 08, Wilhelmus Brodus mengatakan pekerjaan infrastruktur jalan lapen oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tersebut terkesan asal jadi. Pasalnya, hampir seluruh proses awal pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor tidak sesuai dengan mekanisme pekerjaan sehingga berdampak pada mutu pekerjaan itu sendiri.
“Pekerjaan jalan isi asal jadi, karena yang saya lihat dari awal pengukuran ketebalan dan proses penghambaran material saja sudah tidak benar. Sehingga kualitas pekerjaannya tidak bagus dan belum sebulan pekerjaan ini sudah ada yang rusak,” ungkapnya dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Kupang Absalom Sine.
Ia berharap Anggota DPRD Kota Kupang Absalom Sine sebagai wakil rakyat dari Dapil Kelapa Lima bisa menyatakan tegas terhadap pemerintah agar kedepannya infrastruktur pekerjaan di Kelurahan Lasiana bisa lebih baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita berharap kedepannya pemerintah bisa melihat kontraktor yang melakukan pekerjaan itu benar – benar yang berkualitas. Jangan cuma mau cari keuntungan saja,” ucapnya.
Menangapi pengeluhan warga tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang Absalom Sine siap menjadi garda terdepan bagi masyarakat apa bila ada pekerjaan infrastruktur di Kecamatan Kelapa Lima yang dikerjakan tidak sesuai dengan mekanisme atau dengan kualitas yang buruk.
“Saya siap sama – sama dengan masyarakat kawal setiap pekerjaan infrastruktur yang ada di kelurahan ini. Jika ada pekerjaan yang tidak sesuai kita hentikan saja pekerjaan itu, karena kualitas infrastruktur yang buruk tidak bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menyebutkan di DPRD Kota Kupang, Partai NasDem memiliki satu Fraksi murni yang mana tingkat koordinasi antara anggota Fraksi NasDem yang ada disetiap komisi di DPRD Kota Kupang berjalan baik, sehingga seluruh pengeluhan warga bisa dikawal dan menjadi prioritas.
Jadi kita Partai NasDem di DPRD Kota Kupang itu satu Fraksi murni. Sehingga pengeluhan apa saja dari masyarakat kita bisa kawal, karena disetiap komisi di DPRD Kota Kupang itu ada perwakilan dari Partai NasDem, dan untuk membangun komunikasi dengan pemerintah dengan sangat mudah, jelas Absalom. (*R14)
