You are currently viewing Ada Didugaan BBM Oplosan Beredar Luas di Kota Kupang

Ada Didugaan BBM Oplosan Beredar Luas di Kota Kupang

KUPANG – Diduga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax oplosan telah beredar luar di Kota Kupang. Sebab, banyak kendaraan bermotor roda dua milik masyarakat Kota Kupang tersebut mengalami problem yang sama.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini dari beberapa sumber yang terpercaya, banyak motor yang mengalami kerusakan yang sama saat ini. Diduga kerusakan tersebut disebabkan keran BBM Oplosan. Selain itu persoalan dugaan BBM Oplosan di Kota Kupang sendiri sudah Viral di berbagai Media Sosial karena banyak motor matic milik warga Kota Kupang yang rusak secara tiba – tiba.

Salah satu warga Kota Kupang Sandra Franci mengatakan, setelah melakukan pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Oeba, tiba – tiba motor Honda Vario 125 miliknya itu langsung tersendat – sendat hingga mati.

Menurutnya, ketika motor tersebut, langsung dibawa ke bengkel untuk dilakukan perbaikan.

“Sampai di bengkel, langsung orang bengkel itu kerja motor saya, ketika dicek beberapa alat lalu diganti, tapi motor saya itu masih seperti awal, jalannya tersendat – sendat,” kata Sandra kepada wartawan, Kamis 17 April 2025 siang.

Menurut Sandra, sepeda motor yang ia gunakan selama ini sangat jarang rusak karena dirawat secara baik.

“Motor saya ini saya rawat dia dengan baik. Saya tidak pernah telat ganti oli dan jarang isi BBM ecera di botol atau di Pertamini. Tapi kok motor saya tiba – tiba bisa seperti ini, ” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu Warga Kelurahan Fatululi Kota Kupang Ays Nuga mengatakan, setelah melakukan pengisian BBM jenis Petralite di Pertamini, kurang lebih jarak 100 meter motor tersebut langsung tersendat – sendat.

“Baru jalan kita – kira 100 meter motor saya langsung tersendat – sendat seperti i mau mati. Kerena rasa tidak nyaman dengan motor ini, saya langsung ke motor bengkel. Namun, yang membuat saya kadet itu, setelah motor saya Honda Vario 125 ini dicek apa penyebab kerusakan serta tangki motor say dikuras, BBM Petralite saya itu mengeluarkan aroma yang sangat tidak enak. Seperti bau tahu busuk. Warna BBM itu tetap sama hijau petralite,” katanya.

Selain itu menurutnya, pengakuan dari pihak bengkel tempat sangat mengagetkan, karena dalam kurun waktu 2 minggu, bengkel tersebut menerima perbaikan motor dengan kasus yang sama sebanyak 20 unit motor.

“Info dari pihak bengkel ini, kurang lebih 2 minggu sudah 20 unit motor matic yang datang dengan kasus yang sama. Hari ini saja sudah ada empat kasus. Hal ini sangat meresahkan kita warga Kota Kupang, karena hampir semua bengkel di Kota Kupang ini mendapat kasus yang sama. Jadi saya minta, semua pihak yang berwenang harus cepat mengambil sikap, agar persoalan ini tidak lagi meresahkan masyarakat Kota Kupang. (*all)

Leave a Reply