You are currently viewing Warga Kelurahan Bonipoi Minta Pemkot Aktifkan Kembali Brigade Kupang Sehat

Warga Kelurahan Bonipoi Minta Pemkot Aktifkan Kembali Brigade Kupang Sehat

KUPANG – Warga Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, meminta Pemerintah Kota Kupang kembali mengaktifkan Brigade Kupang Sehat (BKS).

Hal tersebut diminta warga saat Reses Tahap III Tahun 2024/2025 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Randi Daud, Jumat, 8 Agustus 2025, di lingkungan RW 01 Kelurahan Bonipoi.

Salah seorang warga, Emi Parman, mengaku, warga di lingkungan tersebut pernah merasakan manfaat kehadiran Brigade Kupang Sehat saat masih aktif. Dirinya mengaku Brigade Kupang Sehat menjadi jawaban disaat warga sakit dengan kondisi darurat.

“Karena sakit ini tidak mengenal waktu dan kondisi ekonomi, kami disini kalau sakit keadaan darurat pake taksi online, kalau bisa Brigade Kupang Sehat diaktifkan kembali,” ujar Emi disambut sahutan setuju dari sejumlah warga lainnya.

Terkait hal tersebut, Randi Daud mengatakan, Fraksi Golkar melalui pemandangan fraksi diberbagai kesempatan sidang paripurna telah menyampaikan keinginan yang sama dengan warga. Dirinya mengaku telah menanyakan langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota terkait menghidupkan kembali Brigade Kupang Sehat.

“Pak Wali Kota sudah menyatakan ingin mengaktifkan kembali Brigade Kupang Sehat. Beliau sampaikan harus perekrutan dokter, karena di Kota Kupang kita kekurangan dokter. Saya pikir dalam waktu ke depan BKS ini akan bisa kembali diakses warga Kota Kupang,” jelasnya.

Selain aspirasi tersebut, warga yang berasal dari RT 01, 02, 03, 04 dan 05/ RW 01 Kelurhan Bonipoi, juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu disampaikan Randi Daud kepada Pemerintah Kota Kupang, mulai dari sarana pembuangan sampah, lampu penerangan jalan, penyaluran dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM), hingga anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia di Posyandu yang sudah hilang beberapa tahun terakhir.

Kemudian fasilitas posyandu seperti kursi dan timbangan juga menjadi permintaan warga Bonipoi. “Kami ke Posyandu harus bergantian karena kursi kurang, sementara Posyandu sekarang digabung semua, balita hingga lansia,” ujar warga.

Terkait itu, Randi Daud berjanji akan memenuhi kebutuhan kursi posyandu di lingkungan tersebut secara pribadi. “Untuk kursi urusan dengan saya, nanti pasti ada,” katanya.

Sementara itu, aspirasi lainnya yang telah disampaikan warga, kata Randy akan menjadi aspirasinya melalui fraksi dan perjuangannya di Sidang Anggaran Perubahan APBD 2025. (*y3r)

Leave a Reply