KUPANG – Melalui Program Mata Hati, Yayasan Tanpa Batas (YTB)kembali melakukan kampanye dan pemeriksaan kesehatan mata bagi anak – anak dan orang dewasa di Desa Oesena, Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang.
Kegiatan kampanye dan pemeriksaan kesehatan mata serta edukasi anti Bullying dan Anti Bunuh Diri bagi anak sekolah dan orang dewasa untuk mendorong Sekolah Aman, Sehat dan Inklusif (Sekolah ASIK) digelar di Kantor Desa Oesena itu dihadiri oleh Direktur YTB Deny Sailana, Plt Camat Amarasi Janwar Modok, Plt Kepala Puskesmas Oekabiti Christin Long.
Direktur YTB Deny Sailana mengatakan, kegiatan tersebut adalah bentuk kolaborasi yang diprogram secara baik. Sebab, selama ini kegiatan YTB fokus pada kesehatan mata orang dewasa dan lansia, namun persoalan mata ini bukan hanya pada orang dewasa dan lansia tapi juga dialami oleh anak – anak.
“Jika gangguan mata ini ada pada anak – anak, maka berdampak pada pendidikan anak sendiri. Sehingga, harus dilakukan pencegahan sejak dini terhadap anak,” ungkap Deny kepada wartawan di Desa Oesena, Sabtu 15 November 2025.
Menurutnya, kegiatan ini lebih tepat YTB berkolaborasi bersama pihak Sekolah Dasar (SD) .
“Kegiatan seperti ini lebih tepatnya kita melakukan intervensi ke sekolah. Karena, jika gangguan penglihatan anak itu bermasalah akan terganggu pada proses belajar anak,” kata Deny.
“Sehingga kegiatan kali ini kita tidak hanya untuk orang dewasa dan lansia saya, tapi kita juga libatkan anak – anak murid SD. Selain itu, penanganan gangguan mata ini lebih baik ditangani masih usia anak – anak ketimbang sudah dewasa nanti,” jelasnya.
Di era digital saat ini, ia berhasil ada peran penting keterlibatan langsung dari orang tua dan para guru di sekolah. Karena, bisa berdampak buruk pada kesehatan mata anak.
“Orang tua dan guru harus lebih aktif untuk menjelaskan kepada anak pada pola makan yang sehat, cara membaca yang baik dan menggunakan gadget yang baik dan benar. Sehingga gangguan mata terhadap anak bisa terhindarkan,” katanya.
Untuk mengantisipasi gangguan mata anak ketika anak sering menggunakan laptop atau headphone, lanjut Deny anak harus beristirahat mata selama 20 detik, lalu anak harus melihat sejauh 20 kaki kedepan.
“Ini istilahnya 320, artinya 20 menit anak melihat gedget, 20 detik harus kasih segar mata kembali dan melihat jauh 20 kaki kedepan. Sehingga kesehatan mata tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu ia menyebutkan, saat ini YTB sedang mengembangkan Sekolah Aman, Sehat dan Inklusif atau Sekolah ASIK.
“Sekolah inklusi ini salah satu yang kita dorong adalah kesehatan mata. Kesehatan mata ini juga bukan sekedar kesehatan mata saja, tapi kesehatan mata inklusi, sehingga kita juga ingin kembangkan sekolah – sekolah yang ada di Kabupaten Kupang ini menjadi sekolah inklusi karena banyak anak – anak disabilitas di Kabupaten Kupang yang tidak bisa sekolah di sekolah formal. Karena itu kami YTB ingin mendorong hal ini, jika kita tidak lakukan ini maka yang pastinya ada Netra baru di sekolah
atau di Kabupaten Kupang. Dan itu artinya beban pemerintah akan lebih besar lagi,” katanya.
Dikatakan, Hal yang dilakukan YTB ini adalah untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Kupang.
“Karena salah satu program Pemerintah Kabupaten Kupang itu adalah kesatan dan di tahun 2030 Kabupaten Kupang akan menjadi Kabupaten Inklusif. Sehingga YTB juga ingin berpatisipasi untuk mendorong agar sekolah di Kabupaten Kupang menjadi Sekolah Inklusif,” pungkas Deny.
Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Oekabiti Chrinstin Long menyebutkan, kegiatan yang dilakukan YTB di Desa Oesena tersebut sangat membantu pihaknya dalam melakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan mata.
Menurutnya, di Puskesmas Oekabiti sendiri belum memiliki alat yang lengkap untuk melakukan pemeriksaan mata.
“Kita sangat bersyukur dan berterima kasih kepada YTB yang sudah melakukan kegiatan ini. Karena kita Puskesmas Oekabiti belum memiliki peralatan untuk pemeriksaan mata seperti yang dibawa oleh YTB saat ini,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Camat Amarasi Janwar Modok mengatakan, kegiatan kampanye dan pemeriksaan kesehatan mata yang dilakukan oleh YTB ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, YTB selalu hadir di Kecamatan Amarasi dengan porgam – program sosial yang bermanfaat untuk warga.
“Kami atas nama pemerintah di Kecamatan Amarasi sangat berterima kasih kepada YTB yang sudah melakukan kegiatan di Desa Oesena ini. Dan kegiatan YTB ini sudah beberapa kali berkerja sama dengan kami di pemerintah Kecamatan Amarasi. Tentunya kegiatan yang dilakukan oleh YTB ini sangat luar biasa,” ucap Janwar. (*y3r)
