Anggota DPRD Kota Kupang Nilai Penanganan Bencana Oleh BPBD Kota Kupang Lambat

You are currently viewing Anggota DPRD Kota Kupang Nilai Penanganan Bencana Oleh BPBD Kota Kupang Lambat

 

KUPANG – Penanganan bencana angin kencang yang merusak puluhan rumah warga di Kelurahan Manutapen dan Kelurahan Alak, Kecamatan Alak menuai kritikan dari anggota DPRD Kota Kupang, Barche Bastian.

Ia menilai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bekerja lamban dan tidak sigap dalam merespons kejadian darurat tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang dari Fraksi PDIP itu menegaskan, Wali Kota Kupang perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPBD agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kejadian bencana terjadi dini hari. Minimal BPBD sudah harus berada di lokasi pada pagi hari untuk tanggap darurat. Faktanya, Kepala BPBD dan tim baru turun ke lokasi sekitar pukul 15.00 Wita,” kata Barche Bastian kepadawartawan, Selasa (20/1/2026)

Menurutnya, keterlambatan ini menunjukkan lemahnya sistem kesiapsiagaan dan respons cepat BPBD dalam menghadapi bencana alam, padahal potensi bencana di Kota Kupang saat ini tergolong tinggi, terutama akibat cuaca ekstrem.

Barche menilai, masyarakat terdampak justru lebih dulu mendapatkan bantuan dari warga sekitar dan aparat kepolisian. Ia menyebut kondisi tersebut ironis karena lembaga yang secara khusus dibentuk untuk penanggulangan bencana justru tidak berada di garis depan.

“Untung ada kepedulian warga dan pihak kepolisian yang langsung turun membantu. Mereka bergotong royong mengevakuasi korban, memberikan perlindungan sementara, bahkan membangun pondok darurat bagi warga yang rumahnya rusak berat. Kalau tidak, korban pasti jauh lebih kesulitan,” ujarnya.

Wakil rakyat dapil Alak itu menegaskan, BPBD semestinya menjadi instansi pertama yang hadir di lokasi bencana, bukan justru bergerak setelah adanya kunjungan kepala daerah. “BPBD harus siaga setiap saat dan turun lebih dulu untuk tanggap darurat. Jangan menunggu Wali Kota turun baru kemudian BPBD ikut turun,” tegas Barche.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak pagi hingga siang hari pascakejadian, warga bersama personel Polresta Kupang Kota berinisiatif melakukan evakuasi, pengamanan lokasi, dan membantu warga terdampak. Aparat kepolisian juga turut mendirikan pondok darurat bagi korban dengan rumah rusak berat.

Sementara itu, BPBD Kota Kupang baru terlihat hadir di lokasi sekitar pukul 14.00–15.00 Wita bersamaan dengan kunjungan Wali Kota Kupang. Kehadiran BPBD disertai dengan penyaluran bantuan logistik, peralatan, serta mobil taktis untuk membantu penanganan lanjutan. (*R14).