KUPANG – Ketua Fraksi NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Viktor Bungtilu Laiskodat menggelar kegiatan Reses di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Reses merupakan bagi kewajiban setiap Anggota DPR guna menyerap aspirasi atau keluhan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) masing – masing.
Pada saat kegiatan Reses Anggota DPR RI Periode 2 itu mendapat banyak keluhan dan permasalahan yang dialami warga setempat, seperti sumur bor untuk kebutuhan air bersih, perlengkapan atau fasilitas posyandu, kursi, tenda dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Amfoang Kabupaten Kupang.
Mendengar aspirasi dan pengeluhan masyarakat, Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, dirinya siap menampung seluruh pengeluhan masyarakat tersebut.
“Apa yang menjadi persoalan masyarakat saat ini saya siap membantu. Saya bantu dua sumur bor, perlengkapan posyandu, kursi dan tenda. Sedangkan untuk persoalan infrastruktur jalan di wilayah Amfoang itu, ketika saya menjabat sebagai Gubernur NTT kemarin, saya sudah melakukan pekerjaan sepanjang 40 KM sampi wilayah Oepoli Perbatasan NKRI – Timor Leste. Tapi persoalan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah Amfoang ini juga menjadi pembahasan serius kita di DPR RI. Karena saya ingin membangun infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah itu tidak mengurangi air ketika musim kemarau. Sehingga semua ini masih dalam tahap pembahasan,” ungkap Viktor Laiskodat, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, sebagai Anggota DPR RI ia selalu berada di tengah – tengah masyarakat dalam tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan.
“Bicara tentang wilayah Amfoang, ketika saya menjabat sebagai Gubernur NTT, saya sudah tidur di semua tempat, mau timur barat, selatan semuanya saya hadir di sana. Masyarakat Amfoang itu menikmati jalam aspal itu pada saat pemerintahan saya. 40 KM jalan aspal itu sampai wilayah lelogama belum pernah terjadi dibangun sekaligus,” ungkap Viktor
“Memang persoalan buang yang terjadi disana itu adalah jembatan begitu banyak namun sungainya hanya dua tapi akaesnya yang sangat banyak sehingga membutuhkan desain infrastruktur yang baik agar kedepannya menjadi multi guna. Saya minta sama pemerintah pusat untuk dibuat bukan jembatan tapi bisa dilewati pasa saat musim hujan, dan bisa dijadikan tempat menampung udara karena pada saat musim kemarau disana tidak ada air,” katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan, NTT adalah salah satu provinsi paling indah di Indonesia, karena NTT memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Namun kekayaan alam NTT tidak dikelolah secara baik.
“NTT ini miskin kerena kekayaannya belum dikerjakan. Tapi sebenarnya NTT ini sangat indah. Kita bisa lihat Labuan Bajo sekarang, harga kamar hotel bintang 5 yang paling murah Rp 5 juta. Potensi ini saya buat ketika saya jadi Gubernur NTT,” ungkapnya.
Sehingga ia berharap, generasi muda NTT bisa lebih memilih kejuruan pendidikan seperti pariwisata, perikana atau Chef karena NTT sangat jarang memiliki Chef yang bagus.
“Menjadu Chef itu awal masuk gajinya paling rendah Rp 15 juta. Kita NTT memiki kekayaan yang begitu hebat tapi kita masih hobi sekolah yang peluang kerjanya kecil,” jelas Viktor.
Ia menambahkan, bulan April nanti, ada salah satu Resort mewah dan besar yang akan dibuka di pulau Rote.
“Nginap di Risort itu 1 malam Rp 50 juta. Resort saya paksakan orang Rote harus masuk kerja disitu walaupun bukan jadi Chef. Mereka kerja disitu bisa sambil belajar. Lama – lama mereka akan jadi orang hebat,” katanya.
